Game Development 2 : Macam-macam Spesialisasi

    Seiring perkembangan game yang semakin kompleks, sebuah game bermutu tidak dapat lagi dikerjakan sendirian. Semakin kompleks dan berkualitas suatu game, semakin banyak kru dengan spesialisasi-spesialisasi khusus dibutuhkan.

    Pekerjaan di dunia Game Biz (Game Business)

    Programming -- Sebuah game pada masa kini membutuhkan banyak programmer, game seperti Warcraft 3 atau RF Online tidak dapat dikerjakan sendirian, bahkan dengan upaya selama lima hingga sepuluh tahun. Programmer-programmer game dibagi ke dalam spesialisasi, dimana ada yang menangani A.I., 3D, logic, matematika, dan subjek lainnya. Lalu programmer-programmer ini dikoordinir oleh lead programmer yang telah berpengalaman dalam bidangnya dan memiliki kemampuan managerial. Selain untuk membuat game, programmer juga dibutuhkan untuk membuat installer, website, dan program 'peralatan' lainnya.

    Desain – Desain dikategorikan ke dalam desain level, user interface, dan AI. Game besar seperti Civilication membutuhkan banyak desainer untuk meneliti dan mendesain level-levelnya. Seperti Programer memiliki Lead Programmer yang memimpin mereka, Designer memiliki Lead Designer yang berpengalaman dengan nilai tambah kemampuan managerial.

    Produksi -- Sebuah game dikepalai seorang produser, dan dibantu oleh satu-dua Associate Producer dan seorang Production Coordinator . Untuk dalam hal kreatifitas, Produser bertugas untuk membuat dan melaksanakan jadwal serta pengeluaran, berkoordinasi dengan lisensi, marketing, sales, operasional, internasional, dan quality assurance.

    Grafik -- Grafik telah menjadi faktor utama bagi persaingan game. Walau grafik tidak menjamin suatu game akan menjadi best seller, grafik menjadi faktor pertama untuk menarik gamer untuk melihat bahkan mencoba game tersebut. Grafik ini dikelola oleh para desainer grafis dan 3d artist. Proses pembuatan grafik game bertahap dari pembuatan concept art, model, tekstur, panorama, penempatan, pencahayaan, hingga rendering.

    Musik dan Sound Effect -- Dahulu efek suara sebuah game diambil dari kumpulan sound effect yang sudah ada atau merequest pada studio rekaman. Saat ini, hal itu sudah tidak dimungkinkan dengan ditekankannya masalah copyright dan perubahan teknologi. Sound Engineer yang bertugas menangani urusan ini bukan hanya harus memastikan Sound Effect, musik, dan dialog dalam game disingkronisasikan sebelum dikirim dalam format yang sesuai pada staff pemograman, tapi juga harus mengerti dialek dari bangsa-bangsa dan membuat dialog dalam multi-bahasa.

    Marketing -- Tentu saja game tidak menjual dengan sendirinya. Papan di toko software, iklan di koran dan majalah, bahkan di TV adalah tugas pihak marketing. Selain itu marketing juga merancang promosi dan even online. Pembuatan kotak dan judul sebuah game juga membutuhkan pengamatan pihak marketing.

    Lisensi dan expansi bisnis -- Ada banyak ekspansi bisnis dalam bidang game, pihak lisensi bertugas untuk hal ini, merencanakan hal-hal seperti panduan strategi, mainan action figure, album soundtrack, atau menyertakan game dengan pembelian komputer baru. Lisensi bertugas mengkolaberasikan game dengan produk lain yang telah dinegosiasikan oleh pihak marketing.

    Quality Assurance atau testing -- Bertentangan dengan anggapan bahwa proses alpha dan beta testing hanya memainkan game lalu mengomentari game tersebut, developer game memiliki Quality Assurance profesional yang dituntut agar teliti pada setiap unsur game, mencoba setiap kemungkinan, lalu mendata kejanggalan-kejanggalan tersebut.
    Hardware Engineer -- Hardware engineer lebih terspialisasi dalam hal pembuatan alat seperti mesin arcade dan console. Hardware Engineer mendesain platform untuk game, membuat prototype, membetulkan peralatan, dan sebagainya.

    Eksekutif -- Eksekutif yang memimpin perusahaan game biasanya mendapatkan posisi mereka melalui sistem ranking. Beberapa memulai karir mereka sebagai programer atau designer, bahkan ada yang mulai dari bagian pergudangan.

    Penulis -- Dokumen desain game ditulis oleh para desainer dan technical writer. Dialog dan manuskrip ditulis pula oleh penulis. Instruksi manual seperti read me ditulis oleh penulis khusus. Jika developer game tidak memakai desainer untuk menulis ceritanya, mereka akan menyewa seorang penulis. Sangat jarang sebuah perusahaan game memiliki penulis tetap.

    ©Amethyst Orchard 2004 - 2008.