Reply to comment

    Game Development 1 : Proses Pembuatan Game

    Game pada saat ini telah menjadi salah satu media entertainment utama, terutama bagi kawula muda. Namun bagaimana proses pembuatan game ini sendiri, jarang sekali dikupas. Pada kesempatan ini Amethyst Orchard akan menerangkan proses pembuatan game, yang akan kita mulai dengan pengertian Publisher dan Developer.

    Developer dan Publisher
    Perlu diketahui, sebuah game yang diciptakan biasanya melalui kerjasama dua perusahaan terpisah yang disebut Developer (pengembang) dan Publisher (publisasi). Sementara Developer adalah pihak yang menciptakan sebuah game, publisherlah yang mempromosikan dan memperdagangkan game tersebut, juga menyediakan consumer service bagi para gamer. Hubungan antara Developer dan Publisher ini sendiri memiliki tiga jenis, yang juga menentukan seberapa banyak keterlibatan Publisher pada proses pembuatan game.

    • First-Party Developer
    • Developer dalam kategori ini berada dalam perusahaan Publisher, sepenuhnya berada di bawah kendali mereka. Contohnya title-title seperti Mario Bros dan The Legend of Zelda diciptakan oleh Nitendo, dipublikasikan oleh Nitendo, dan dengan begitu hanya akan muncul di console Nitendo.

    • Second-Party Developer
    • Developer ini terpisah dari Publisher, namun mereka telah menandatangani kontrak untuk hanya memproduksi untuk Publisher, yang biasanya juga memegang sebuah console. Contohnya perusahaan Naughty Dog yang memproduksi Crash Bandicoot dan Jak & Daxster telah menandatangani kontrak dengan pihak Sony, makanya kamu tidak akan menemukan Crash Bandicoot (setidaknya yang orisinil)di PC.

    • Third-Party Developer
    • Kebanyakan developer memiliki bentuk ini. Mereka membuat kontrak dengan Publisher per satu game. Dengan bentuk ini, developer bebas untuk menaruh game pada banyak console. Contohnya Developer Warthog membuat game Harry Potter untuk beragam console, untuk title ini Warthog berkolaberasi dengan Electronic Arts yang terkenal handal dalam mendistribusikan game ke berbagai platform/console utama.

    Awal proses: Konsep
    Sebuah game tentu memiliki konsep. Konsep tersebut bisa datang darimana saja dan diputuskan oleh para pemilik dari Developer. Kru developer sendiri tidak ikut campur dalam pemilihan konsep, mereka hanya akan menerima tugas dari Produser yang ditunjuk. Ada delapan macam asal mula sebuah konsep atau ide game, yang mana yang dominan tergantung pada perusahaan itu sendiri.

    • Inspirasi Brilian dari dalam
    • Terkadang eksekutif memandang ide yang dibuat oleh anggota tim patut dicoba, biasanya jika ide tersebut revolusionis dan memiliki kesempatan sukses di pasar. Namun perlu diingat, hal ini sangat jarang menjadi sumber inspirasi sebuah game.

    • Lisensi
    • Sebuah film atau buku yang sukses biasanya menarik game developer untuk mengambil bagian dalam kesuksesan itu dengan cara mengajukan lisensi lalu membuat game yang semirip mungkin dengan film atau bukunya. Contohnya saja game Harry Potter atau Batman.

    • Teknologi
    • Ketika fitur baru ditambahkan pada suatu hardware (contoh: fitur baru pada grafik card) ataupun ketika tim yang bertugas menangani engine game menemukan teknologi baru, para pengambil keputusan akan mempertimbangkan untuk membuat game yang memanfaatkan teknologi ini. Dengan persaingan game saat ini yang terkesan ke arah grafik, teknologi dapat menjadi faktor utama dalam menciptakan sebuah konsep. Atau setidaknya, konsep nantinya harus dapat memuat teknologi ini.

    • Mengisi Kekosongan
    • Pihak marketing yang terus mengikuti perkembangan pasar mungkin melihat ada genre atau platform yang kurang terisi baik oleh keseluruhan industri game ataupun dari perusahaan. Pihak marketing biasanya berasal dari pihak Publisher, karena itu mereka akan menyerahkan data survey dan pengamatan mereka pada pihak Developer untuk mereka kaji sendiri atau bersama. Kesimpulan dari pengkajian tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk mengisi kekosongan genre yang ada dan meraih kesempatan untuk menarik gamer yang menggemari genre atau platform tersebut.

    • Mengikuti kesuksesan perusahaan lain
    • Kesuksesan suatu game biasanya membuat beberapa perusahaan game mengendus minat gamer terhadap game serupa. Membuat game atas konsep seperti ini juga lebih mudah, hanya perlu memoles ide yang ada dengan teknologi yang lebih canggih serta fitur yang lebih beragam. Contohnya saja demam game online dimana game-game ini hanya memiliki sedikit perbedaan.

    • Keinginan dari boss
    • Mungkin saja pemilik (atau para pemilik) perusahaan memiliki ide game yang ingin diwujudkan. Ide ini akan diteruskan pada para desainer untuk menentukan detail-detailnya.

    • Sequel
    • Lanjutan dari game yang telah dibuat oleh perusahaan yang sama, contohnya Final Fantasy II adalah sequel dari Final Fantasy I

    • Keputusan dari pihak Publisher
    • Bisa jadi yang menentukan game yang akan dibuat adalah pihak Publisher, dengan sumber inspirasi seperti diatas namun biasanya keputusan Publisher berdasarkan dari permintaan pasar. Keputusan di tangan Publisher terjadi terutama jika Developer berada pada First dan Second-Party.

    Setelah keputusan sudah diambil mengenai perencanaan sebuah game, seorang produser ditunjuk untuk memimpin proyek. Jika konsep berasal dari ide orang dalam, biasanya desainer ditunjuk terlebih dahulu untuk memudahkan pemilihan anggota tim. Setelah itu desainer akan membuat deskripsi game selengkap-lengkapnya. Ketika deskripsi telah selesai, deskripsi ini diserahkan pada para eksekutif pemegang keputusan untuk dikaji ulang. Jika game berada pada sebuah console seperti Playstation, GameCube. Xbox, dan Game Boy, deskripsi ini juga harus mendapat persetujuan pihak manufaktur console seperti Sony, Nitendo, dan Microsoft. Jika cikal bakal game tersebut berhubungan dengan hak milik, deskripsi ini harus mendapat persetujuan pencipta hak milik tersebut (misalnya game Harry Potter harus disetujui J.K. Rowling sebelum dapat mulai dibuat). Setelah semuanya menyetujui, barulah sebuah game mulai dibuat.

    Pengembangan
    Deskripsi yang sebelumnya diberikan dan disetujui, tidak berikut hal-hal teknis mendetail seperti pemetaan tiap ruangan atau daftar lengkap jurus sang tokoh dalam game. Jika dibandingkan dengan pengerjaan bangunan, deskripsi tersebut adalah maket bangunan sedangkan apa yang akan dikerjakan berikutnya adalah instruksi dan detail bangunan. Rancangan sebuah game yang sesungguhnya mulai dikerjakan setelah persetujuan dicapai, dan ini saat paling menyenangkan juga rumit bagi mereka yang disebut game designer. Pengerjaan rancangan ini sendiri dipecah-pecah menurut kategorinya dan diserahkan pada game designer berbeda, tergantung seberapa besar perusahaan game tersebut. Pengerjaan rancangan desain lengkap bisa memakan waktu hingga enam bulan.

    Jika game dikerjakan di dalam perusahaan, produser mulai merekrut orang-orang yang diperlukan dari perusahaan itu sendiri, dimulai dari menentukan pimpinan proyek untuk bagian pemograman dan artis. Setelah menentukan pimpinan pemograman dan pimpinan artis, produser bisa saja merekrut orang luar untuk bekerja pada proyek game tersebut. Jika game direncanakan untuk dikerjakan oleh pihak lain, tugas produser adalah mensurvey dan memilih developer serta art house. Jika game tersebut membutuhkan akting, produser akan segera menghitung biaya dan memulai casting. Pencarian anggota tim untuk audio biasanya mendapat tempat paling akhir walau biaya tetap dihitung sejak awal. Produser juga kemungkinan akan merekrut orang-orang baru dengan sistem kontrak, tujuannya adalah memberi suasana baru pada tim dan mengurangi tekanan kerja pada pegawai lama. Orang-orang baru ini biasanya hanya direkrut sekali, kecuali jika menunjukan performa yang potensial. Selain itu Produser mungkin juga akan merekrut penulis untuk membantu desainer dalam merangkai cerita dan dialog dalam game. Perlu diketahui jarang ada penulis yang menjadi karyawan tetap sebuah perusahaan game.

    Ketika rancangan desain telah rampung, tim teknis akan mendiskusikan dan menuliskan proses seperti apa yang akan digunakan, engine apa, dan teknologi apa. Selain itu, tugas utama mereka saat itu adalah mengidentifikasi aspek-aspek dalam desain game tersebut yang akan menjadi tantangan dalam pengimplementasian dan memberi solusi cara mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Namun, dalam beberapa situasi yang memiliki deadline sempit, para programmer akan memulai pengerjaan kode bahkan sebelum seluruh dokumen desain selesai.

    Setelah itu produser akan merencanakan tahapan proses-proses dalam produksi, menciptakan jadwal kerja serta budget-budget yang diperlukan selengkap-lengkapnya. Semua dokumen ini, beserta berkas-berkas laporan dari pihak teknis akan diserahkan lagi pada para eksekutif. Jika para eksekutif telah menyetujui, keseluruhan tim baru akan memulai produksi.

    Produksi
    Pada tahap ini mereka yang telah direkrut oleh produser memulai kesibukan mereka dengan deadline yang telah ditentukan. Pekerjaan programmer dalam hal ini menjadi peranan paling besar sehingga sebuah game membutuhkan banyak programmer untuk mengerjakan aspek-aspeknya secara terpisah. Satu atau bahkan beberapa programmer akan mengerjakan user interface seperti menu dan pilihan-pilihan dalam game, satu merancang A.I. untuk membuat musuh atau kawan artifisial yang terkesan pintar, bahkan merancang aspek-aspek untuk online yang kompleks.

    Mereka yang ahli dalam bidang grafis memulai dengan membuat concept art, yang biasanya merupakan sketsa dua dimensi dari dunia dan karakter game yang akan mereka ciptakan. Dari sketsa-sketsa ini barulah dibuat model dan tekstur. Model dan tekstur ini akan mulai disatukan menjadi karakter dan dunia yang hidup, setelah itu akan dipoles lagi dengan pencahayaan dan render sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing. Dalam hal audio, mereka yang meciptakan efek suara disebut Sound engineer sementara mereka yang menciptakan musik latar disebut Musician. Dibanding bidang lainnya, kru dari bagian audio memiliki lebih banyak kebebasan berkreasi, asalkan sesuai dengan tema game. Dalam beberapa game ada pula aktor untuk pengisi suara atau bahkan aktor film yang dipakai sebagai karakter dalam game. Aktor-aktor ini tentu saja disewa dan studio untuk membuat sinemanya harus disewa. Dalam pembuatan sinema ini, sound engineer dan art director harus hadir untuk memastikan sinema yang dibuat sesuai dengan format yang dibutuhkan oleh tim teknikal.

    Sementara kesibukan digitalisme memenuhi kantor developer, pihak marketing yang biasanya berasal dari pihak Publisher, akan mulai membuka jalan menuju penjualan yang sukses. Mereka akan memulai dari satu tempat ke tempat lain mengikuti trade show, press tour, juga game conference. Selain itu mereka akan mengajukan game pada majalah-majalah (terutama majalah game) dan menaruh iklan di media seperti TV. Pada tahap produksi, biasanya proses ini lebih banyak ke arah mencari tahu, marketing baru akan gencar mengiklankan game setelah game melewati tahap alpha.

    Setelah semua aspek produksi selesai dan game sudah bekerja, game akan diserahkan pada pihak eksekutif untuk kembali dikaji. Gamenya mungkin memiliki grafik yang masi kasar atau bahkan belum selesai, semua fitur sudah dimasukkan namun belum dipoles dengan baik, atau audionya masih salah lokasi, namun game ini sudah dapat menjadi gambaran seberapa menyenangkannya bermain game ini jika telah jadi. Tahap pengkajian ini disebut Alpha, dimana hanya beberapa orang yang mendapat akses untuk mencoba game ini.

    Publikasi
    Produser akan menunjuk satu orang untuk memimpin beta testing. Kelompok yang melakukan beta testing ini disebut Quality Assurance. Walau Quality Assurance merupakan pekerjaan yang paling mudah menerima orang baru dalam dunia game development, pekerjaan Quality Assurance tidaklah mudah. Quality Assurance haruslah teliti dalam menemukan setiap detail kejanggalan suatu game juga bersikap kritis jika game memiliki kekurangan. Setelah pihak QA memberikan laporan mereka ke bagian teknis, bug-bug akan diserahkan pada kelompok bersangkutan. Walau sebagian besar kesalahan terdapat dalam pemograman, terkadang ada pula kesalahan dalam bidang lain misalnya grafik yang salah posisi atau suara yang rusak. Terkadang bug-bug yang dianggap kecil akan ditinggalkan, karena masalah deadline yang harus dicapai, karena itu banyak game yang tidak sempurna. Setelah game diperbaiki, game akan kembali diserahkan pada beta testing untuk dicek ulang. Proses beta tahap dua ini biasanya lebih cepat karena tidak perlu kembali memperhatikan detail-detail kecil dan mengetes setiap kemungkinan.

    Setelah game benar-benar jadi, pertama game akan diserahkan pada pihak console (jika game berada di console) dan pada pihak pemilik lisensi (jika game mengambil lisensi dari produk lain). Pada saat ini tim produksi sudah bisa tidur malam dengan nyaman :) . Nah setelah pihak console dan pemilik lisensi menyetujui game ini, produser dan manager desain akan menemui tim sales dan menjabarkan kelebihan-kelebihan game. Setelah briefing ini selesai, mereka dari bidang marketing dan sales akan benar-benar sibuk mempromosikan game ini sekreatif mereka sementara game mulai diproduksi masal. Tahap yang dibicarakan dalam paragraf ini dan proses setelah pemasaran biasanya dilakukan oleh publisher.

    Setelah pemasaran
    Para sales mungkin akan kembali ke marketing atau bahkan produser untuk menanyakan beberapa pertanyaan yang diajukan konsumer atau respon komunitas gamer terhadap performa game. Perusahaan juga akan menyediakan consumer service untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pemain seputar game. Consumer Service diharuskan memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga mampu bermain game sehingga dapat mencoba game produksi perusahaan dan menjawab pertanyaan gamer dengan baik. Dalam game PC masalah utama biasanya perihal konfigurasi dan instalasi sementara dalam game console biasanya yang dipertanyakan adalah cara menyelesaikan puzzle dalam game. Terkadang game yang rusak harus diganti atau manual game dikirim ulang. Terkadang ada pula gamer yang menemukan cara untuk mengontak produser atau desainer suatu game dan menghubungi mereka langsung.

    Perlu diketahui, proses pembuatan game ini hanya merupakan suatu gambaran. Setiap perusahaan game memiliki cara dan definisi mereka sendiri, bahkan berbeda untuk tiap game yang mereka buat. Waktu juga menjadi kendala dimana cara pembuatan game tiap tahunnya berevolusi sesuai dengan evolusi teknologi.

    Terima kasih untuk www.igda.org dan www.sloperama.com

    Reply

    • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
    • Allowed HTML tags: <a> <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd> <i>
    • Lines and paragraphs break automatically.

    More information about formatting options

    CAPTCHA
    Pertanyaan ini ditujukan untuk menghindari spam otomatis.

    ©Amethyst Orchard 2004 - 2008.